Ontologi,epistimologi,aksiologi ilmu dakwah serta objek kajian ilmu dakwah

*ONTOLOGI ILMU DAKWAH
  Ontologi berasal dari dua kata kataon dan Logi artinya ilmu tentang ada. Ontologi adalah teori tentang ada dan realitas meninjau persoalannya antologi adalah mengadakan penyelidikan terhadap sifat dan realitas jadi ontologi adalah bagian dari metode fisika yang mempelajari hakikat dan kegunaan sebagai dasar untuk memperoleh pengetahuan atau dengan kata lain menjawab dengan pernyataan apakah ilmu itu ontologi meliputi permasalahan Apa hakikat ilmu itu Apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inbern dengan pengetahuan yang tidak terlepas dari persepsi kita tentang apa dan bagaimana ilmu itu.
   Ontologi menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara-cara yang berbeda yang mana dari kategori-kategori logis yang berlainan seperti objek-objek visis hal universal abstraksi bilangan dan lain-lain dapat dikatakan ada dalam kerangka tradisional ontologi dianggap sebagai teori mengenai prinsip-prinsip umum mengenai hal ada sedangkan dalam pemakaiannya pada akhir-akhir ini antologi berusaha mengungkapkan makna eksistensi, tidak termasuk mengenai persoalan asal mula perkembangan dan struktur Kosmos alam semesta yang merupakan titik perhatian dari kosmologi.
   Ontologi dalam dakwah islam adalah pemahaman atau pengkajian tentang wujud hakikat dakwah islam dalam mengkaji permasalahan-permasalahan ontologis dakwah yang juga menjadi perhatian filsafat dakwah Selain ilmu-ilmu lainnya.
   Menurut sukriadi Sambas, kajian ontologi ilmu dakwah Yaitu mencakup hakikat dakwah hakikat ilmu dakwah itu dapat dirumuskan sebagai kumpulan pengetahuan yang berasal dari Allah dan kemudian dikumpulkan oleh umat Islam secara sistematis dan terorganisir yang membahas tentang interaksi antar unsur dalam sistem melaksanakan suatu kewajiban dengan maksud mempengaruhi permasalahan yang tepat, mengenai kenyataan dakwah sehingga akan dapat diperoleh susunan ilmu yang bermanfaat bagi tugas pendakwah dan Khalifah umat Islam.
   Ketika berbicara tentang landasan ontologis dakwah maka kita akan menelaah Apa yang Anda ketahui melalui penilaian itu karena ontologi dalam tataran filsafat merupakan sebuah cabang filsafat yang berdiri  sendiri dan berusaha mengungkap ciri-ciri segala yang ada baik ciri-ciri universal maupun yang khas.
   Ontologi juga sebagai suatu telaah teoritis, yaitu himpunan terstruktur yang primer dan basic. Ontologi merupakan akar dari ilmu sains yang mempelajari hal-hal yang bersifat abstrak dasar ontologi dari ilmu berhubungan dan materi yang menjadi objek suatu penelaahan ilmu.
* EPISTIMOLOGI ILMU DAKWAH
   Epistemologi dakwah adalah cabang filsafat yang khusus membahas teori ilmu pengetahuan pada dasarnya epistemologi adalah bahasa Yunani yang berasal dari 2 kata yaitu yang berarti pengetahuan ilmu pengetahuan dan logos yang berarti ilmu teori atau informasi dengan demikian dapat dikatakan pengetahuan tentang pengetahuan atau teori pengetahuan dan dakwah secara bahasa berasal dari Padanan kata da'a - yuda'i - du'a'an - wa da'watan. Dalam Alquran istilah dakwah disebutkan kurang lebih sebanyak 10 kali dengan berbagai arti yang berbeda yaitu ajakan seruan pembuktian dan Doa Dalam makna sempit dan Wah berarti tugas untuk menyampaikan dan mengajarkan ajaran agama Islam agar nilai-nilai Islam terwujud dalam kehidupan manusia dan mengajak manusia kepada jalan yang diridhoi allah.
   Jadi disimpulkan bahwa epistemologi dakwah adalah kajian filosofis terhadap sumber metode esensi dan validitas kebenaran ilmu dakwah sumber menjelaskan asal-usul ilmu dakwah sedangkan metode menguraikan Bagaimana memperoleh ilmu tersebut dari sumbernya dan validitas dakwah adalah pengetahuan yang diperoleh dari sumbernya melalui metode ilmiah dan belum bisa disebut sebagai ilmu apabila belum teruji secara ilmiah atau tidak memiliki validitas ilmiah.
   Ada 3 model epistemologi Islam:
1 bayani
2 Irfani
3 burhani
Perbedaan ketiga epistemologi Islam ini adalah bayani menghasilkan pengetahuan lewat analogi furu'k dan pengetahuan bayani didasarkan atas teks Suci Irfani menghasilkan pengetahuan lewat proses penyatuan rohani pada Tuhan institusi burhani menghasilkan pengetahuan lewat prinsip-prinsip logika atas pengetahuan sebelumnya yang telah diyakini kebenarannya rasio). Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan bentuk bayani karena hanya mendasarkan diri pada teks menjadi terfokus pada hal-hal yang bersifat aksidental bukan substansial, sehingga kurang bisa dinamis atau sulit untuk mengikuti perkembangan sejarah dan sosial masyarakat yang begitu cepat pada kenyataannya pemikiran Islam pada saat ini masih banyak yang didominasi oleh pemikiran bayani fiqhiyah yang kurang bisa merespon dan mengimbangi perkembangan peradaban dunia. Dan burhani tidak mampu mengungkap seluruh kebenaran dan realitas yang mendasari semesta misalnya burhani tidak mampu menjelaskan seluruh eksistensi di luar pikiran seperti soal warna bau rasa atau bayangan.
*AKSIOLOGI ILMU DAKWAH
  Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu:axios yang berarti sesuai atau wajar sedangkan logos berarti ilmu aksiologi dipahami sebagai teori nilai aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai dari sudut pandang filsafat pembicaraan nilai dalam bahasa yang paling umum dan sederhana menurut konsep orang awam seringkali dikaitkan dengan baik dan buruk manfaat dan tidak manfaat sesuai dikatakan bernilai jika ia memiliki unsur baik atau manfaat dalam kehidupan misalnya nilai sebuah pakaian nilai kesehatan nilai orang nilai sebuah barang dan nilai yang lain Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari ada sesuatu yang bernilai dan ada yang diberi nilai nilai intrinsik dan nilai instrumental.
   Menurut Sambas aksiologi ilmu dakwah adalah:
1) mentransformasikan dan menjadi Manhaj (kaifiyah) mewujudkan ajaran Islam menjadi tatanan Khoirul-ummah
2) mentransformasikan iman menjadi amal sholeh jamaah
3) membangun dan mengembalikan tujuan hidup manusia meneguhkan fungsi khilafah manusia menurut Alquran dan Sunnah Oleh karena itu ilmu dakwah dapat dipandang sebagai perjuangan bagi umat Islam dan ilmu rekayasa masa depan umat dan peradaban Islam.
  Dalam dimensi aksiologis dakwah ada tiga hal yang harus dicermati dan ketiganya akan mengandung konsekuensi yang berbeda.
1) perlu dijernihkan terlebih dahulu pemahaman dakwah sebagai ilmu pengetahuan atau sebagai objek kajian atau bahkan sebuah aktivitas konkrit
2) kesadaran akan pluralitas sebagai keniscayaan yang meliputi:
   a) perbedaan kebudayaan antara wilayah tertentu dengan yang lain kurun waktu tertentu dan kurun waktu yang lain
 
   b) adanya realitas bahwa di luar Islam ada komunitas lain seperti ahli kitab orang musyrik dan orang kafir yang dapat dilindungi atau diperangi tergantung kondisi yang ada.
3) dakwah sebagai panggilan ajakan dan komunikasi harus merupakan dialog bukan monolog keterbukaan menjadi syarat mutlak kesadaran untuk selalu diuji dan beradu argumen adalah syarat aksiologis yang harus ada dalam setiap upaya menyampaikan nilai kebenaran
*OBJEK KAJIAN ILMU DAKWAH
Objek yang dikaji dalam ilmu dakwah berkaitan dengan objek kajian ilmu-ilmu keislaman ilmu-ilmu sosial dan perilaku-perilaku teknologis lainnya, objek forma kajian ilmu dakwah adalah kegiatan manusia yang memilih dan menerapkan ke dalam segi segi kehidupan umat manusia ajaran Islam sebagai mana dipahami dari sumber-sumber pokoknya termasuk nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan upaya yang menjadi objek formal ilmu dakwah itu berfungsi untuk mengembalikan manusia dalam garis Fitrah mereka secara katalogis objek formal ilmu dakwah adalah ruang antara perilaku keagamaan perilaku keislaman dan perilaku teknologis dalam dimensi ruang dan waktu secara terperinci objek formal ilmu dakwah itu terdiri dari realitas dakwah berupa proses interaksi unsur-unsur dakwah.
   Amrullah Achmad berpendapat objek material ilmu dakwah adalah semua aspek ajaran Islam Alquran dan as-sunnah hasil ijtihad dan realisasinya dalam sistem pengetahuan teknologi sosial hukum ekonomi pendidikan dan lainnya khususnya kelembagaan Islam objek formal nya yaitu kegiatan mengajak umat manusia Supaya kembali dalam seluruh aspek kehidupannya.
  Menurut cik Hasan Basri adalah unsur substansi ilmu dakwah yang terdiri dari enam komponen yaitu da'i,mad'u, metode,materi,media dan tujuan dakwah sedangkan objek formal ilmu dakwah adalah sudut pandang tertentu yang dikaji dalam disiplin tabligh pengetahuan masyarakat Islam dan manajemen dakwah.

Comments