METODE DAKWAH RASULULLAH
METODE DAKWAH RASULULLAH SAW
Dakwah merupakan segala aktivitas dan kegiatan yang mengajak orang untuk berubah dari situasi yang mengandung nilai kehidupan yang bukan Islami kepada nilai kehidupan yang Islami sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW beliau senantiasa menyampaikan wahyu yang diterimanya untuk disampaikan kepada umatnya dalam rangka menyempurnakan akhlak manusia dakwah yang dilakukan dimulai sejak tinggal di Mekah sampai di Madinah.
METODE DAKWAH RASULULLAH SAW DI KOTA MEKAH
1)Dakwah Dalam Bidang Ketuhanan
Dakwah di Mekah lebih ditekankan pada bidang ekstologi atau ketauhidan. Hal ini berangkat dari kepribadian Rasulullah SAW karena melihat keberagamaan bangsa Arab terutama penduduk Mekah yang musyrik pada saat itu maka kepercayaan masyarakat Mekkah akan dikembalikan kepada keyakinan terhadap keesaan Tuhan ketauhidan sehingga patung-patung berhala yang tersebar di Mekkah akan dihilangkan sebagai bentuk penyembahan masyarakat Mekah upaya yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menyiarkan agama Islam memperoleh perlawanan yang hebat dari suku Quraisy mereka beranggapan bahwa menyembah kepada berhala ini merupakan kesetiaan terhadap leluhur.
Rasulullah SAW mengajak kepada para sahabatnya agar menyapu bersih segala bentuk persekutuan terhadap Allah SWT maka dari itu para sahabat menolak dengan tegas setiap hal yang berhubungan dengan Tauhid rububiyah (pengesaan Tuhan), terutama yang berkenaan dengan keyakinan keyakinan terhadap sesuatu yang hanya pantas dilakukan Allah dalam persoalan peraturan kehidupan dunia ini.
Pada saat Rasulullah mengajarkan akidah kepada para sahabat dan mendidik mereka dengannya maka sesungguhnya beliau sedang berupaya mengembangkan Keyakinan Hati akan tercermin dalam tingkah laku dan tindakan praktis sebab aqidah bukan hanya sekedar konsep dan pengetahuan yang cukup dimengerti dan Diketahui a call saja karena itu aqidah harus ditanamkan dalam jiwa sehingga menjadi sebuah keyakinan di hati.
Dakwah di Mekah lebih ditekankan pada bidang ekstologi atau ketauhidan. Hal ini berangkat dari kepribadian Rasulullah SAW karena melihat keberagamaan bangsa Arab terutama penduduk Mekah yang musyrik pada saat itu maka kepercayaan masyarakat Mekkah akan dikembalikan kepada keyakinan terhadap keesaan Tuhan ketauhidan sehingga patung-patung berhala yang tersebar di Mekkah akan dihilangkan sebagai bentuk penyembahan masyarakat Mekah upaya yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menyiarkan agama Islam memperoleh perlawanan yang hebat dari suku Quraisy mereka beranggapan bahwa menyembah kepada berhala ini merupakan kesetiaan terhadap leluhur.
Rasulullah SAW mengajak kepada para sahabatnya agar menyapu bersih segala bentuk persekutuan terhadap Allah SWT maka dari itu para sahabat menolak dengan tegas setiap hal yang berhubungan dengan Tauhid rububiyah (pengesaan Tuhan), terutama yang berkenaan dengan keyakinan keyakinan terhadap sesuatu yang hanya pantas dilakukan Allah dalam persoalan peraturan kehidupan dunia ini.
Pada saat Rasulullah mengajarkan akidah kepada para sahabat dan mendidik mereka dengannya maka sesungguhnya beliau sedang berupaya mengembangkan Keyakinan Hati akan tercermin dalam tingkah laku dan tindakan praktis sebab aqidah bukan hanya sekedar konsep dan pengetahuan yang cukup dimengerti dan Diketahui a call saja karena itu aqidah harus ditanamkan dalam jiwa sehingga menjadi sebuah keyakinan di hati.
2)Dakwah Dalam Bidang Pendidikan
Dakwah dalam bidang pendidikan dilakukan Rasulullah sejak dini yaitu beriringan dengan masuknya Islam para sahabat satu persatu disamping dari rumah ke rumah maka Rasulullah memilih rumah sahabat Al Arqam Bin Abil Arqam dijadikan sebagai tempat pertama penyampaian dakwah Islam secara berkelompok ditempat inilah dakwah Rasulullah dilakukan dengan pendekatan pendidikan.
Al-Buti (1980:94) menyampaikan bahwa dipilihnya rumah Al Arkom sebagai tempat belajar dan mengajar karena lokasi rumah tersebut dekat dengan Ka'bah sehingga memudahkan jamaah beribadah ke Masjidil Haram di samping faktor keamanan menjadi salah satu alasannya.
Selain itu rumah Rasulullah juga dijadikan sebagai tempat pembelajaran setelah masuknya Umar Bin Khattab dengan demikian umat Islam lebih tenang dalam mempelajari agama Islam karena tempat belajar yang sekarang lebih terbuka dan tidak dirahasiakan lagi.
Dari beberapa metode pendidikan yang digunakan oleh Rasulullah SAW yang penting untuk dipahami adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerima ajaran Islam yang dibawa Rasulullah di sini dapat terlihat bahwa sebagai seorang rasul beliau sangat bijaksana untuk metode yang tepat disesuaikan dengan situasi dan kondisi baik tempat maupun keadaan masyarakat sebagai Mad'u nya.
Dakwah dalam bidang pendidikan dilakukan Rasulullah sejak dini yaitu beriringan dengan masuknya Islam para sahabat satu persatu disamping dari rumah ke rumah maka Rasulullah memilih rumah sahabat Al Arqam Bin Abil Arqam dijadikan sebagai tempat pertama penyampaian dakwah Islam secara berkelompok ditempat inilah dakwah Rasulullah dilakukan dengan pendekatan pendidikan.
Al-Buti (1980:94) menyampaikan bahwa dipilihnya rumah Al Arkom sebagai tempat belajar dan mengajar karena lokasi rumah tersebut dekat dengan Ka'bah sehingga memudahkan jamaah beribadah ke Masjidil Haram di samping faktor keamanan menjadi salah satu alasannya.
Selain itu rumah Rasulullah juga dijadikan sebagai tempat pembelajaran setelah masuknya Umar Bin Khattab dengan demikian umat Islam lebih tenang dalam mempelajari agama Islam karena tempat belajar yang sekarang lebih terbuka dan tidak dirahasiakan lagi.
Dari beberapa metode pendidikan yang digunakan oleh Rasulullah SAW yang penting untuk dipahami adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerima ajaran Islam yang dibawa Rasulullah di sini dapat terlihat bahwa sebagai seorang rasul beliau sangat bijaksana untuk metode yang tepat disesuaikan dengan situasi dan kondisi baik tempat maupun keadaan masyarakat sebagai Mad'u nya.
3)Dakwah Dalam Bidang Pembinaan
a.Dakwah Sirriyah
Sebagaimana diketahui bahwa dakwah nabi di Mekah dilaksanakan dengan cara sembunyi-sembunyi yang mana berlangsung selama 3 tahun Bagaimana disebutkan oleh Ibnu Ishaq pada awal dakwahnya Rasulullah menyampaikan Islam kepada orang yang paling dekat dengan beliau disamping tentang ketauhidan Beliau juga mengajarkan tentang kebaikan dan kebenaran.
Pada masa ini dakwah dilakukan dengan pendekatan personal yaitu pendekatan antara Rasulullah dengan umat sebagai sasaran dakwahnya dalam hal ini adalah kerabat dekatnya sehingga langsung dapat diketahui dari Dakwah secara sembunyi yang dilakukan pada saat itu merupakan upaya untuk mengantisipasi terjadinya penganiayaan kaum Quraisy dan berbagai cara mereka untuk menghalangi manusia dari jalan Allah.
Dalam dakwah secara sembunyi-sembunyi terdapat beberapa orang yang langsung masuk Islam begitu Rasulullah menyampaikan dakwahnya tentang Islam mereka adalah istri beliau Ummul mukminin Khadijah binti Huawailid, membantu beliau Zaid bin hari syurahbil al-kalby, Ali Bin Abi Thalib, serta Abu Bakar as-siddiq yang dikenal sebagai Asbabunnal-awwalun.
Pendekatan dakwah personal Dan Dakwah secara sembunyi sirriyah dipilih karena kondisi saat itu belum memungkinkan dakwah dilakukan secara terbuka dan pengikut masih minoritas pendekatan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menunjukkan kepiawaiannya kecerdasan dan kebijaksanaan sebagai seorang rasul yang juga menguasai manajemen dakwah.
Sebagaimana diketahui bahwa dakwah nabi di Mekah dilaksanakan dengan cara sembunyi-sembunyi yang mana berlangsung selama 3 tahun Bagaimana disebutkan oleh Ibnu Ishaq pada awal dakwahnya Rasulullah menyampaikan Islam kepada orang yang paling dekat dengan beliau disamping tentang ketauhidan Beliau juga mengajarkan tentang kebaikan dan kebenaran.
Pada masa ini dakwah dilakukan dengan pendekatan personal yaitu pendekatan antara Rasulullah dengan umat sebagai sasaran dakwahnya dalam hal ini adalah kerabat dekatnya sehingga langsung dapat diketahui dari Dakwah secara sembunyi yang dilakukan pada saat itu merupakan upaya untuk mengantisipasi terjadinya penganiayaan kaum Quraisy dan berbagai cara mereka untuk menghalangi manusia dari jalan Allah.
Dalam dakwah secara sembunyi-sembunyi terdapat beberapa orang yang langsung masuk Islam begitu Rasulullah menyampaikan dakwahnya tentang Islam mereka adalah istri beliau Ummul mukminin Khadijah binti Huawailid, membantu beliau Zaid bin hari syurahbil al-kalby, Ali Bin Abi Thalib, serta Abu Bakar as-siddiq yang dikenal sebagai Asbabunnal-awwalun.
Pendekatan dakwah personal Dan Dakwah secara sembunyi sirriyah dipilih karena kondisi saat itu belum memungkinkan dakwah dilakukan secara terbuka dan pengikut masih minoritas pendekatan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menunjukkan kepiawaiannya kecerdasan dan kebijaksanaan sebagai seorang rasul yang juga menguasai manajemen dakwah.
b.Dakwah Terang-terangan
Setelah selama kurang lebih 3 tahun Rasulullah berdakwah secara sembunyi-sembunyi sekarang tibalah Dakwah secara terang-terangan yang dimulai Setelah turun Q.s Asy-syu'ara:214 yang artinya "Dan berilah peringatan kepada kerabat kerabat yang dekat".
Adapun langkah pertama yang dilakukan Rasulullah setelah turunnya ayat ini adalah mengundang Bani Hasyim beberapa orang dari bani Tholib bin Abdi Manaf yang jumlahnya sekitar 43 orang kemudian menemui Rasulullah semua keluarga menentang termasuk pamannya Abu Lahab kecuali kecuali Abu Tholib yang langsung menyatakan akan melindungi semua kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah.
Selanjutnya Rasulullah bangkit dan langsung menyerang kebohongan dan syirik serta menyampaikan tentang kedudukan berhala dan hakikat nya yang tidak memiliki nilai Rasulullah menyampaikan kebenaran secara terang-terangan dan menentang tindakan orang-orang Quraisy yang tetap pada ketuhanan mereka dengan menyembah berhala dakwah dengan cara terang-terangan ini memperoleh tendangan keras dari suku Quraisy serta memperlakukan umat Islam yang dengan semena-mena.
Dakwah dengan cara penawaran ini dilakukan Rasulullah Dalam rangka menawarkan Islam sekaligus mencari dukungan keamanan dari kabilah yang berdatangan dari Mekah pada bulan haji untuk beribadah Haji pendekatan penawaran yang dilakukan Rasulullah berupa ajakan untuk beriman kepada Allah SWT tanpa menyekutukannya sekaligus menawarkan untuk diberi jaminan keamanan dan dari mereka karena tanpa adanya jaminan maka perjalanan dakwah tidak akan maksimal.
Setelah selama kurang lebih 3 tahun Rasulullah berdakwah secara sembunyi-sembunyi sekarang tibalah Dakwah secara terang-terangan yang dimulai Setelah turun Q.s Asy-syu'ara:214 yang artinya "Dan berilah peringatan kepada kerabat kerabat yang dekat".
Adapun langkah pertama yang dilakukan Rasulullah setelah turunnya ayat ini adalah mengundang Bani Hasyim beberapa orang dari bani Tholib bin Abdi Manaf yang jumlahnya sekitar 43 orang kemudian menemui Rasulullah semua keluarga menentang termasuk pamannya Abu Lahab kecuali kecuali Abu Tholib yang langsung menyatakan akan melindungi semua kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah.
Selanjutnya Rasulullah bangkit dan langsung menyerang kebohongan dan syirik serta menyampaikan tentang kedudukan berhala dan hakikat nya yang tidak memiliki nilai Rasulullah menyampaikan kebenaran secara terang-terangan dan menentang tindakan orang-orang Quraisy yang tetap pada ketuhanan mereka dengan menyembah berhala dakwah dengan cara terang-terangan ini memperoleh tendangan keras dari suku Quraisy serta memperlakukan umat Islam yang dengan semena-mena.
Dakwah dengan cara penawaran ini dilakukan Rasulullah Dalam rangka menawarkan Islam sekaligus mencari dukungan keamanan dari kabilah yang berdatangan dari Mekah pada bulan haji untuk beribadah Haji pendekatan penawaran yang dilakukan Rasulullah berupa ajakan untuk beriman kepada Allah SWT tanpa menyekutukannya sekaligus menawarkan untuk diberi jaminan keamanan dan dari mereka karena tanpa adanya jaminan maka perjalanan dakwah tidak akan maksimal.
4)Dakwah Dalam Bidang Pembinaan
Sistem pembinaan dalam dakwah yang dilakukan Rasulullah adalah dengan sistem kaderisasi dengan membina beberapa sahabat Kemudian beberapa sahabat tersebut mengembangkan Islam ke penjuru dunia hal ini dimulai dari Khulafaur Rasyidin kemudian generasi sesudahnya pembinaan di Mekah lebih difokuskan pada bidang ketahuidan sehingga menekankan pada pembinaan aqidah dan ibadah.
Di samping itu keberhasilan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya konsistensi Nabi dalam menggunakan etika dakwah serta penggunaan metode keteladanan/ Uswatun Hasanah.
Sistem pembinaan dalam dakwah yang dilakukan Rasulullah adalah dengan sistem kaderisasi dengan membina beberapa sahabat Kemudian beberapa sahabat tersebut mengembangkan Islam ke penjuru dunia hal ini dimulai dari Khulafaur Rasyidin kemudian generasi sesudahnya pembinaan di Mekah lebih difokuskan pada bidang ketahuidan sehingga menekankan pada pembinaan aqidah dan ibadah.
Di samping itu keberhasilan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya konsistensi Nabi dalam menggunakan etika dakwah serta penggunaan metode keteladanan/ Uswatun Hasanah.
METODE DAKWAH RASULULLAH SAW DI KOTA MADINAH
Dasar metode dakwah adalah hukum iddah Hasanah dan diskusi dengan cara yang baik menurut Imam Al Syaukani hikmah adalah ucapan-ucapan yang tepat dan benar atau argumen argumen yang kuat dan meyakinkan sedangkan maw'idhah Hasanah adalah ucapan yang berisi nasehat nasihat yang baik dimana ia dapat bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya sedangkan diskusi dengan cara yang baik adalah diskusi dengan cara yang paling baik dari cara-cara diskusi yang ada.
Ada sementara pendapat yang mengatakan bahwa metode dakwah itu hanya 2 saja yaitu hikmah dan faedah Khazanah sedangkan metode diskusi dengan cara baik hanyalah diperlukan untuk menghadapi objek dakwah yang bersifat kaku dan keras sehingga ia mungkin membantah debat dan sebagainya pendapat ini barangkali berangkat dari sebab persepsi bahwa dakwah itu bersifat opensif karena ia berupa mengajak atau mengundang pihak lain.Dan ini hanya relevan apabila pendekatan dakwah dilakukan dengan menggunakan hikmah dan faedah Hasanah sementara diskusi dengan cara yang baik adalah bersifat defensif.
Sayyid Qutb menjelaskan bahwa dakwah dengan metode hikmah akan terwujud apabila tiga faktor ini diperhatikan:
1) keadaan dan situasi orang-orang yang didakwahi objek dakwah
2) kadar atau ukuran materi dakwah yang disampaikan agar mereka tidak merasa keberatan dengan materi tersebut misalnya mereka belum siap menerima materi tersebut
3) metode penyampaian materi dakwah dengan membuat variasi sedemikian rupa yang sesuai dengan kondisi saat itu
Sedangkan untuk metode bidah Hasanah perlu diperhatikan faktor-faktor berikut ini:
1) tutur kata yang lembut sehingga hal itu akan Terkesan di hati
2) menghindari sikap Tegar dan kasar
3) tidak menyebut-nyebut kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang didakwahi karena boleh jadi itu dilakukan atas dasar ketidaktahuan atau dengan niat yang baik
Sementara dalam metode diskusi dengan cara yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1) tidak merendahkan pihak lawan apabila menjelek-jelekkan dan sebagainya
2) tujuan diskusi hanyalah semata-mata menunjukkan kebenaran sesuai dengan ajaran Allah bukan yang lain
3) tetap menghormati pihak lawan sebab jika manusia tetap memiliki harga diri Ia tidak boleh merasa kalah dalam diskusi karena harus diupayakan agar Ia tetap merasa dihargai dan dihormati
Ada sementara pendapat yang mengatakan bahwa metode dakwah itu hanya 2 saja yaitu hikmah dan faedah Khazanah sedangkan metode diskusi dengan cara baik hanyalah diperlukan untuk menghadapi objek dakwah yang bersifat kaku dan keras sehingga ia mungkin membantah debat dan sebagainya pendapat ini barangkali berangkat dari sebab persepsi bahwa dakwah itu bersifat opensif karena ia berupa mengajak atau mengundang pihak lain.Dan ini hanya relevan apabila pendekatan dakwah dilakukan dengan menggunakan hikmah dan faedah Hasanah sementara diskusi dengan cara yang baik adalah bersifat defensif.
Sayyid Qutb menjelaskan bahwa dakwah dengan metode hikmah akan terwujud apabila tiga faktor ini diperhatikan:
1) keadaan dan situasi orang-orang yang didakwahi objek dakwah
2) kadar atau ukuran materi dakwah yang disampaikan agar mereka tidak merasa keberatan dengan materi tersebut misalnya mereka belum siap menerima materi tersebut
3) metode penyampaian materi dakwah dengan membuat variasi sedemikian rupa yang sesuai dengan kondisi saat itu
Sedangkan untuk metode bidah Hasanah perlu diperhatikan faktor-faktor berikut ini:
1) tutur kata yang lembut sehingga hal itu akan Terkesan di hati
2) menghindari sikap Tegar dan kasar
3) tidak menyebut-nyebut kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang didakwahi karena boleh jadi itu dilakukan atas dasar ketidaktahuan atau dengan niat yang baik
Sementara dalam metode diskusi dengan cara yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1) tidak merendahkan pihak lawan apabila menjelek-jelekkan dan sebagainya
2) tujuan diskusi hanyalah semata-mata menunjukkan kebenaran sesuai dengan ajaran Allah bukan yang lain
3) tetap menghormati pihak lawan sebab jika manusia tetap memiliki harga diri Ia tidak boleh merasa kalah dalam diskusi karena harus diupayakan agar Ia tetap merasa dihargai dan dihormati
Dr. Syekh Yusuf Al qardhawi menuturkan bahwa dalam diskusi ada dua metode yaitu metode yang baik Hasan dan metode yang lebih baik Ahsan Alquran mengajarkan bahwa salah satu pendekatan dakwah adalah dengan menyebutkan segi-segi persamaan antara pihak-pihak yang berdiskusi Kemudian dari situ dibahas masalah-masalah perbedaan kedua belah pihak sehingga diharapkan mereka akan mencapai segi-segi bersamaan pula.
Comments
Post a Comment