SUBJEK PELAKSANAAN DAKWAH

   SUBJEK PELAKSANAAN DAKWAH
Subjek dakwah dalam kegiatan dakwah islamiyah adalah merupakan faktor yang sangat penting karena pelaksanaan dakwah tidak akan bisa berjalan tanpa adanya subjek dakwah tersebut demikian juga subjek dakwah mempunyai peranan besar dalam menentukan keberhasilan suatu misi dakwah Islamiyah.
   Sejarah etimologi subjek dakwah berasal dari 2 kata yakni subjek dan dakwah subjek yang berarti pelaku dan dakwah bahasa Arab yang berarti doa menyeru memanggil mengajak mengundang mendorong dan meminta Jadi jika ditinjau dari segi etimologi bahasa subjek dakwah dapat diartikan sebagai pelaku atau orang yang menyuru atau mengajak.
  Sedangkan ditinjau secara terminologi subjek dakwah adalah orang yang melakukan dakwah yang dalam bahasa Arab disebut Dai baik dalam bentuk tulisan lisan maupun dalam bentuk perbuatan yang dilakukan secara individu maupun kelompok jamaah.
  Subjek dakwah pada hakikatnya nya adalah Dai yang menyampaikan materi dakwah kepada objek dakwah atau bisa disebut mubaligh.Dr.H.Hamzah Ya'qub mengatakan: yang dimaksud dengan mubaligh adalah seorang muslim yang memiliki syarat-syarat kemampuan tertentu yang dapat melaksanakan dakwah dengan baik mubaligh adalah pelaksanaan dakwah juru dakwah dengan kata lain biasa juga disebut Dai orang yang berdakwah dengan demikian bahwa objek dakwah merupakan komponen yang paling dominan dalam dakwah Islamiyah.
   Seorang Dai atau subjek dakwah mempunyai peran penting dalam proses pelaksanaan dakwah kepandaian atau kepiawaian seseorang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para objek dakwah setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing tergantung kepada wawasan keilmuan Latar belakang pendidikan dan pengalaman kehidupannya untuk itu Dai harus mengetahui kriteria-kriteria yang harus dimiliki nya diantaranya mempunyai pengetahuan yang luas berakhlak baik dan mulia mempunyai kemampuan membaca Medan dakwah dan mampu menerapkan apa-apa yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
  Dalam konteks keindonesiaan orang yang berdakwah dan memiliki banyak sebutan diantaranya mubaligh Ustadz Kyai gurutta Bugis Ajengan Sunda dan Tengku Aceh. Yang mana hal ini didasarkan pada tugas dan eksistensinya yang sama dengan Da'i. Meskipun pada hakikatnya nya tiap-tiap sebutan memiliki kadar Kharisma dan keilmuan yang berbeda-beda dalam pemahaman masyarakat Islam di Indonesia.
   Pada umumnya masyarakat cenderung mengartikan kata Dai atau mubaligh Dalam pengertian yang sempit yakni orang yang menyampaikan ajaran Islam melalui lisan dengan kata lain di atas mimbar seperti penceramah agama chatib dan sebagainya namun sebenarnya pengertian dari tidak sesempit itu seorang Dai bisa berdakwah melalui media tulisan seperti buku Koran majalah tabloid artikel dan yang mana itu juga bisa disebut Da'i.
   Subjek dakwah dalam pengertian yang luas tidak hanya terletak di pundak para Ustadz Kyai dan ulama tetapi terletak di pundak kita semua sebagai umat Islam setiap umat Islam memikul tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dakwah sesuai dengan ruang lingkup kemampuan masing-masing.
   Dalam Alquran dan alhadist begitu banyak dalil-dalil yang menginformasikan tentang wajibnya berdakwah di antara ayat-ayat yang menerangkan hal ini yakni:
Q.s Ali-imran:104
Artinya:" dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan menyuruh kepada yang Ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar merekalah orang-orang yang beruntung".
   Dalam sabdanya Rasulullah SAW juga telah menginformasikan tentang kewajiban berdakwah diantaranya:
" siapa yang mengajak kepada Hidayah maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya dan hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya dan hal itu tidak mengurangi dosa Mereka sedikitpun.HR.Muslim
   Dari dalil-dalil tersebut maka jelaslah bahwa kewajiban dakwah bukan hanya untuk Ustadz Kyai ulama atau para santri dari lembaga-lembaga lembaga baik yang berisi identitas lembaga dakwah tetapi di luar itu semua wajib untuk melaksanakan dakwah namun secara khusus orang yang seharusnya berperan lebih intensif sebagai Dai adalah mereka yang memang secara sengaja mengkonsentrasikan dirinya dalam tugas menggali ilmu serta ajaran agama Islam untuk disampaikan kepada orang lain sehingga ilmu dan ajaran agamanya tersebut dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku orang lain karena yang diharapkan adalah dakwah yang sempurna dan membawa hasil maksimal maka subjek dakwah tersebut mereka yang mengambil spesialisasi dalam bidang agama Islam untuk dapat kemudian menyampaikan ilmunya dengan tujuan agar orang lain menerimanya dapat berbuat atau bertingkah laku sesuai dengan petunjuk petunjuk- petunjuk yang diharapkan oleh al-qur'an dan Al-sunnah.
   Dapat disimpulkan bahwa Dai subjek dakwah dapat dibedakan menjadi dua macam pertama Dai menurut kriteria umum yaitu setiap muslim muslimat yang berdakwah sebagai kewajiban yang melekat tak terpisah dari misinya sebagai penganut Islam.
  Yang harus senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing kedua dan menurut kriteria khusus yaitu setiap muslim muslimat yang mengambil keahlian khusus dalam bidang agama Islam dan secara profesional melakukan tugas-tugas dakwahnya.
    Menurut jumah Amin Abdul Aziz di antara dakwah dan da'inya tidak bisa di pisahkan karena seorang muslim yang memahami dakwahnya Dengan pemahaman yang benar akan tetapi ia pandai berargumen pandai berbicara dan baik dalam menyampaikan kelompok yang pertama tidak pandai menyampaikan sekalipun dia paham, sementara yang kedua baik dalam menyampaikan meski dengan segala kebutuhannya Oleh karena itu Islam hanya akan menjadi dakwah yang benar apabila dibawa oleh seorang Dai yang paham tentang ilmu agama dan berakhlak mulia.
    Kedudukan Dai yang begitu penting dalam aktivitas dakwah harus dilengkapi dengan beberapa kualifikasi.Dari sini maka Da'i dituntut memiliki tiga syarat yaitu:
1)syarat yang menyangkut jasmaniah
   Dakwah memerlukan akal yang sehat sedangkan akal yang sehat terletak pada badan yang sehat Oleh karena itu seorang Dai memerlukan persyaratan-persyaratan jasmani maka seorang Dai mutlak diperlukan untuk menjaga kesehatannya agar dalam melaksanakan dakwahnya dapat mencapai pada tujuan yang diinginkan.
2) syarat ilmu pengetahuan
    Syarat ilmu pengetahuan yang harus dimiliki Dai itu ia harus memahami secara mendalam ilmu makna makna serta hukum-hukum yang terkandung dalam Alquran dan as-sunnah bentuk pemahaman itu dapat dirinci ke dalam tiga hal:
* pemahaman terhadap Aqidah Islam dengan baik dan benar al-quran dan al-sunnah
* pemahaman terhadap tujuan hidup dan posisinya diantara manusia
* pemahaman terhadap pentingnya akhirat dengan tidak meninggalkan urusan dunia
3) syarat kepribadian
    Menurut Abd.Rosyad shaleh, seorang Dai harus memiliki nilai-nilai pribadi yakni:
* bersikap dan bertindak bijaksana
* berpengetahuan luas agama
* bersikap dan bertindak adil
* berpendirian Teguh
* mempunyai keyakinan bahwa misinya akan berhasil (dakwahnya)
* berpandangan jauh ke masa depan
* berhati ikhlas
* mampu berkomunikasi
* memiliki kondisi fisik yang baik
    Subjek dakwah dalam rangka dakwah islamiyah adalah dengan jalan:
* meluruskan I'tikat. Disini Da'i bertugas meluruskan kepercayaan-kepercayaan yang keliru sesat untuk kembali kepada ajaran tauhid (agama yang lurus)
* mendorong dan merangsang untuk beramal disini dan mengemukakan argumen yang mantap dan terarah sehingga objek dakwah dapat dengan bergairah untuk melakukan perintah agama
* membina persatuan dan persaudaraan di sini dan membina persatuan umat dan meluaskan rasa persaudaraan di antara sesama muslim/muslimat sehingga tercipta ukhuwah islamiyah
* mengokohkan pribadi di sini Dai bertugas meneruskan Segara Filsafah yang tidak bersumber pada Islam menjadi Filsafah Islami sehingga segalanya dalam mencegah permasalahan selalu dilihat dari sudut pandang agama Islam
* menolak kebudayaan yang merusak
* membersihkan jiwa di sini dari memberikan pelajaran kerohanian terhadap objek dakwah sehingga objek dakwah memiliki sifat sifat ikhlas sabar Istiqomah adil berani dalam kebenaran jujur dan sifat-sifat baik lainnya yang diajarkan oleh agama
* mencegah kemungkaran di sini Da'i walaupun dalam keadaan bagaimanapun berusaha dengan kemampuannya untuk mencegah hal-hal yang mungkar baik dengan dakwahnya maupun dengan tingkah laku
  

Comments